Rabu, 30 November 2022

REFLEKSI PEMBELAJARAN ELABORASI PEMAHAMAN MODUL 1.2. NILAI DAN PERAN GURU PENGGERAK

 


NILAI DAN PERAN GURU PENGGERAK

Nilai-nilai Guru Penggerak antara lain Berpusat pada Murid, Nilai Mandiri, Nilai Reflektif, Nilai Kolaboratif, Nilai Inovatif

Peran Guru Penggerak diantaranya Pemimpin Pembelajaran, Menjadi Coach Bagi Guru Lain, Mendorong Kolaborasi, Mewujudkan Kepemimpinan Murid, Menggerakkan Komunitas Praktisi, Berpihak pada Murid

Nilai Berpusat pada Murid
Nilai ini mensyaratkan bahwa seorang pendidik harus mengutamakan kepentingan murid, terus memberdayakan dirinya serta memanfaatkan asset/kekuatan yang ada untuk menyediakan suasana belajar dan proses pembelajaran yang positif serta berkualitas bagi muridnya. Memahami karakteristik setiap siswa dan mampu menciptakan kegiatan pembelajaran yang menyenangkan sesuai minat dan bakat siswa. Misalnya menumbuhkan motivasi intrinsik siswa dikelas yaitu dengan memberikan reward yang positif dari hasil yang  dikerjakan, memberikan semangat untuk belajar dari tokoh inspirasi teladan, membiasakan tampil kedepan untuk menguji ketahanan mental anak dengan menjadi pemimpin didepan kelas. Menciptakan desain pembelajaran yang menarik bagi siswa dalam pembelajaran, pembelajaran differensiasi akan menghasilkan hasil belajar siswa yang optimal.

Nilai Mandiri
Pendidik yang termotivasi untuk mengembangkan dirinya tanpa harus diperintah, tergerak untuk melakukan perbaikan diri demi meningkatkan kualitas kinerja dan hasil kerja. Guru yang mampu memotivasi diri sendiri untuk melakukan perubahan baik untuk diri sendiri atau lingkungan. Mengembangkan diri baik secara mandiri maupun adanya tugas dari sekolah. Contoh peran sebagai seorang guru yang mandiri, yaitu mengikuti berbagai macam kegiatan untuk mengikuti pelatihan atau workshop sehingga dapat meningkatkan kemampuan sebagai seorang guru. Baik kemampuan dalam mengelola pembelajaran yang inovatif dan berpihak pada murid maupun kemampuan di bidang lainnya. Kegiatan atau pelatihan yang diselenggarakan oleh kemendikbudristek secara daring seperti guru belajar dan berbagi yang bisa diikuti untuk meningkatkan kompetensi. Aktif mengikuti kegiatan MGMP, mengikuti webinar terkait dengan pembelajaran maupun peningkatan konten materi.

Nilai Reflektif
Guru yang memiliki nilai Reflektif senantiasa memaknai setiap pengalaman sebagai pembelajaran yang menuntun dirinya dan terus mengupayakan perbaikan kualitas kinerja dan hasil kerjanya serta menjadikan refleksi sebagai kebutuhan. Sebagai seorang guru diharapkan memiliki nilai reflektif, yaitu mampu dan selalu melakukan evaluasi terhadap setiap kegiatan yang sudah dilaksanakan. Mampu menerima masukan dan berpikir terbuka sehingga bisa mengembangkan sikap positif dan menciptakan perubahan yang lebih baik. Seorang guru harus mampu merefleksikan pengalaman baru yang terjadi di sekeliling dan menjadikan bahan perbaikan untuk kegiatan mendatang. Sebagai seorang guru, harus melakukan reflektif dari setiap pembelajaran yang dilakukan. Meminta tanggapan siswa dan teman sejawat dari pembelajaran yang sudah dilakukan sebagai bahan perbaikan dari pembelajaran berikutnya.

Nilai Kolaboratif
Nilai ini menekankan pada kemampuan untuk membangun hubungan yang positif yang berbentuk komunikasi dan kerjasama dengan pemangku kepentingan di lingkungan sekolah untuk mengembangkan dan menciptakan proses pembelajaran yang  baik. Sebagai guru yang memiliki nilai kolaboratif harus menjunjung tinggi kepentingan bersama. Nilai kolaboratif yang dilakukan adalah berdiskusi dengan teman rekan sejawat dalam mendesain media pembelajaran, melakukan refleksi pembelajaran dengan rekan sejawat, terutama terhadap rekan sesama guru mapel, dan mengajak rekan guru untuk menerapkan pembelajaran yang memerdekakan murid serta berbagi ilmu dalam mendesain  media pembelajaran yang menarik yang sudah dipelajari

Nilai Inovatif
Seorang guru yang inovatif yaitu yang selalu memiliki gagasan segar dan tepat guna, memiliki pandangan yang luas, pantang menyerah dan jeli melihat peluang yang ada disekitarnya untuk mendukung dan meningkatkan kualitas pembelajaran murid. Dari hasil evaluasi dan refleksi di setiap pembelajaran dijadikan bahan perbaikan pembelajaran berikutnya. Mampu mendesain pembelajaran dengan menggunakan model atau metode yang inovatif sehingga siswa akan termotivasi untuk belajar. Melakukan inovasi dalam pembelajaran yang berpihak pada murid untuk mewujudkan merdeka belajar seperti melakukan pembelajaran dengan game agar siswa gembira dalam belajar.

Sabtu, 19 November 2022

REFLEKSI PEMBELAJARAN ELABORASI PEMAHAMAN MODUL 1.1. REFLEKSI FILOSOFIS PENDIDIKAN NASIONAL KI HADJAR DEWANTARA


REFLEKSI FILOSOFIS PENDIDIKAN NASIONAL KI HADJAR DEWANTARA

Pendidikan di Indonesia pada zaman penjajahan awalnya hanya untuk mengenal baca dan tulis. Kemudian berubah menjadi pendidikan untuk bagian kepegawaian yang bertujuan untuk admistrasi perkantoran. Pada zaman ini juga adanya pendidikan untuk perdagangan. Sehingga oleh Ki Hajar Dewantara Pendidikan beralih fungsi bagi siapa saja dengan didirikannya sekolah Taman Siswa. 

Dalam pemikiran Ki Hajar Dewantara terdapat kata tiga semboyan yaitu; Ing Ngarso Sung Tulodho, Ing Madya Mangun Karso, Tut Wuri Handayani. Ki hajar Dewantara berpendapat bahwa anak mendapat pendidikan dan pengajaran harus selalu tetap bahagia. Karena beliau percaya bahwa anak memiliki kemampuan atau potensi yang harus di kembangkan. Dalam pengembangan potensi inilah anak harus di tuntun. Ibarat kertas kosong sebagai manusia dewasa kita tidak boleh sesuka hati untuk menggambarkan keinginan kita pada anak. 

Sebagai seorang pendidik dalam penerapan Ing Ngarso Sung Tulodho guru sebagai teladan yang memberikan contoh. Salah satu contohnya adalah sikap dan perilaku yang diberikan guru terhadap anak didik dalam menyampaikan pembelajaran. Konsep Ing Madya Mangun Karso yakni guru berada di tengah memberikan semangat kepada siswanya. Selain itu juga guru mengetahui kelemahan siswa dalam pembelajaran yang di hadapinya. Tut Wuri Handayani berarti guru berada di belakang yang mendorong dan memberikan motivasi kepada siswa agar mencapai tujuan hidupnya. 

Dengan demikian  pendidikan dan pengajaran harus sejalan. Ibarat seorang petani yang menanam benih maka ia juga harus merawat benih tersebut dengan kasih sayang. Perhatian dengan melihat kondisi air, tanah dan nutrisi yang di perlukan oleh benih, membuat benih tersebut tumbuh sesuai dengan yang diharapkan. Begitupun juga Pendidikan, harus berhamba kepada anak. Artinya kita sebagai pendidik mengetahui apa yang menjadi minat dan bakat anak didik tanpa memaksakan kehendak kita. Kita memfasilitasi anak untuk mencapai pembelajaran yang bahagia. Tentu saja itu tidak mudah, maka harus diperlukan kesabaran. 

Pendidikan dan pengajaran juga tak lupa dihubungkan dengan sosiokultural. Hal ini penting karena bangsa Indonesia memiliki warisan budaya beraneka ragam. Warisan budaya ini mencerminkan sifat Bhineka Tunggal Ika  dimana kita harus menghormati setiap perbedaan yang ada. Salah satu penerapan sosiokultural budaya adalah dengan mengenalkan anak terhadap budaya daerah tempat tinggalnya. Pembelajaran kebudayaan yang dimasukkan dalam mata pelajaran dapat menuntun siswa untuk menggali warisan budaya. 

Selain itu anak juga harus dididik sesuai dengan kodrat alam dan kodrat zaman. Kodrat alam yang dicapainya sudah ada sejak pembelajaran dari rumah yakni di dalam keluarga. Rasa kasih sayang di keluarga juga merupakan pembelajaran bagi anak. Namun anak juga harus disesuaikan pembelajarannya dengan zaman abad 21. Pengenalan teknologi kepada anak juga diperlukan agar anak tidak salah dalam pemakaian teknologi. Artinya anak tidak dikuasai oleh teknologi namun anaklah yang mampu menguasai teknologi. Oleh karena itu pembelajaran di kelas juga sebaiknya menggunakan dan mengenalkan teknologi kepada anak. 

Dari pemikiran Ki Hajar Dewantara saya mengerti bahwa anak memiliki potensi yang beragam. Tanpa memandang anak sebagai pribadi yang harus bisa di segala mata pelajaran, namun saya sebagai pendidik melakukan refleksi terhadap pembelajaran yang telah dilakukan selama ini. Dimana minat siswa dan kelemahan/persoalan dalam pembelajaran haruslah di amati. Dengan demikian anak akan bahagia mendapat pembelajaran dan merasa merdeka lahir dan batin. Hal-hal yang akan saya terapkan setelah mengetahui pemikiran pembelajaran Ki Hajar Dewantara adalah:

  1. Selalu mengingat bahwa anak memiliki potensi yang beragam
  2. Mengetahui permasalahan anak dalam pembelajaran dengan menerapkan kesepakatan kelas melalui forum diskusi kelas.
  3. Menerapkan metode pembelajaran sesuai dengan perkembangan teknologi.
  4. Menerapkan kesabaran karena dalam proses belajar harus memerdekakan siswa dalam pembelajaran yang berhamba kepada murid
  5. Melakukan refleksi setelah kegiatan pembelajaran agar pembelajaran berikutnya lebih baik lagi
      Anak adalah pribadi unik yang perlu diberikan pendidikan dan pengajaran. Dalam memberikan pendidikan dan pengajaran harus membuat anak merdeka lahir batin dan bahagia. Kodrat alam dan kodrat zaman harus selalu di ingat untuk pendidikan dan pengajaran kepada anak. Sehingga penerapan sosiokultural budaya bangsa selalu diwariskan. Jadilah pendidik yang menerapkan semboyan Ki Hajar Dewantara
“Ing Ngarso Sung Tulodho, Ing Madya Mangun Karso, Tut Wuri Handayani”.

Senin, 31 Oktober 2022

PERJALANAN SRB DALAM MELAKUKAN SOSIALISASI PEMANFAATAN RUMAH BELAJAR DAN PMM DI KAB. MAMUJU

PembaTIK merupakan program peningkatan kompetensi TIK guru yang mengacu pada peningkatan kompetensi TIK, PembaTIK kepanjangan dari Pembelajaran berbasis TIK. Standar kompetensi PembaTIK ini terdiri dari 4 level, yaitu level literasi, implementasi, kreasi, berbagi dan berkolaborasi (4i leveling). Berada di level 4 bersama dengan 28  SRB Sulawesi Barat merupakan pengalaman yang luar biasa bagi saya pribadi, mengingat begitu banyaknya kesibukan jadwal mengajar di sekolah dan tugas-tugas lainnya membuat saya merasa bahwa ini merupakan pencapaian yang amat besar.

Di tahun 2019 saya sudah mengenal PembaTIK, hanya saja waktu itu belum terpikirkan untuk mengikuti PembaTIK karena saya disibukkan dengan banyaknya pekerjaan di sekolah yang mengharuskan saya untuk menyelesaikan tugas pokok terlebih dahulu. Faktor lainnya adalah saya belum dapat mengatur manajemen waktu saya dengan baik.

Pada pertengahan tahun ini saya mengajak rekan-rekan sejawat di sekolah untuk bersama-sama mendaftar PembaTIK termasuk kepala sekolah kami. Alhamdulillah kami semua, sembilan orang dari SMP Negeri 3 Papalang berhasil lolos sampai tahap level 4.

Awal kami memulai kelas PembaTIK ini banyak tantangan yang kami hadapi, terutama di level 2 dimana kami harus membuat video praktik baik di sekolah. Saya mengajak rekan sejawat untuk berkolaborasi dalam membuat video pembelajaran agar tugas pada level 2 ini selesai tepat waktu. Bagi sebagian teman-teman yang belum terbiasa, aktivitas pembelajaran yang selama ini berjalan natural tanpa adanya kamera tentu saja merasa sangat kesulitan. Siswa juga awalnya terlihat kurang nyaman dan merasa seperti diawasi sehingga mereka tidak bisa berekspresi dengan bebas sebagaimana yang biasa mereka lakukan di pembelajaran sebelumnya. Alhamdulillah setelah melakukan pendekatan dan memberi pengertian kepada siswa serta kerjasama yang baik antar rekan sejawat sesama SRB di SMP Negeri 3 Papalang akhirnya praktik baik dapat dilakukan meskipun hasilnya masih jauh dari kata sempurna.

Setelah mengikuti PembaTIK saya mendapatkan banyak pengetahuan dan ide-ide baru dalam mengajar siswa di sekolah seperti pembelajaran inovatif, sumber belajar, media ajar, edugame dan masih banyak lagi contoh media yang bisa di praktikkan dalam proses belajar mengajar di sekolah.

Kami bersembilan orang yang terdiri dari:
1.   Drs. H. Tabrani ( Kepala Sekolah )
2.   Sripuniati, S.Pd., M.Pd ( Penulis )
3.   Masdawati, S.Pd., Gr.
4.   Ikbal, S.Pd
5.   Jusri, S.Pd
6.   Aisyah, S.Pd
7.   St. Nursiah, S.Pd
8.   Nahariah, S.Pd
9.  
Darsuyanti, S.Pd

  a.     Koordinasi dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Mamuju

Langkah awal yang saya lakukan bersama rekan sejawat pada level 4 ini adalah melakukan koordinasi dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Mamuju untuk mensosialisasikan pemanfaatan Rumah Belajar dan PMM ke sekolah-sekolah di kabupaten MamujuPada hari Senin, 17 Oktober 2022 saya mewakili rekan-rekan sejawat dari SMPN 3 Papalang dalam melakukan koordinasi dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Mamuju. Dalam kegiatan tersebut, saya tidak bertemu dengan Kepala Dinas sehingga saya berkoordinasi dengan Sekretaris (Saharuddin, S.Pd.,M.Pd.) dan Kepala Bidang SD (H. Hasanuddin, S.Pd.,M.Pd) Dinas Pendidikan Kabupaten Mamuju. Beliau memberikan apresiasi dan motivasi kepada SRB untuk melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah dan siap membantu dalam persuratan. Setelah itu, saya bergegas menemui Kepala Tata Usaha dan beberapa pegawai Dikmen agar mendukung kami dalam melakukan kegiatan sosialisasi pemanfaatan Rumah Belajar dan PMM. Di tempat tersebut juga, saya berkoordinasi dengan para pengawas sekolah agar membantu kami dalam melakukan kegiatan sosialisasi di sekolah binaannya. Di akhir kegiatan saya meminta kesediaan para pengawas untuk foto bersama.

Berikut link dokumentasi kegiatan koordinasi dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Mamuju :

https://youtu.be/tR1cEg_iZBQ



b. Penyamaan Persepsi Pemanfaatan Rumah Belajar dan PMM di SMPN 3 Papalang


Kami bersembilan orang yang lulus pembatik level 4 pada Selasa, 18 Oktober 2022 mengadakan bincang santai dalam penyamaan persepsi pemanfaatan Rumah Belajar dan PMM yang pelaksanaannya kami lakukan di sekolah. Sebelum kegiatan ini dilakukan kami bersembilan membagi peran dengan mencabut lot materi yang harus dikuasai, setelah itu kami menentukan jadwal kegiatan. Kegiatan ini dihadiri oleh guru dan staff SMPN 3 Papalang serta pengawas sekolah kami yaitu Bapak Sudirman, S.Pd.,M.Pd. Beliau menyarankan agar kami senantiasa mengajak rekan sejawat untuk membuat praktik baik dengan memanfaatkan fitur-fitur Rumah Belajar dan PMM dalam proses pembelajaran. Selanjutnya kegiatan kami lanjutkan dengan bincang-bincang santai dan diskusi terkait pemanfaatan Portal Rumah Belajar dan Platform Merdeka Mengajar dalam kegiatan proses belajar mengajar di sekolah. Selain itu kami mengajak guru yang belum ikut PembaTIK untuk mengakses dan menggunakan fitur Rumah Belajar dan PMM. Melalui diskusi ini kami sepakat untuk memanfaatkan Portal Rumah Belajar dan PMM dalam proses pembelajaran.

Berikut link dokumentasi kegiatan Penyamaan Persepsi Pemanfaatan Rumah Belajar dan PMM di SMPN 3 Papalang: https://youtu.be/6opuqYAb9s8

 

    c. Sosialisasi Pemanfaatan Rumah Belajar dan PMM bersama Mandatori PGRI Kec. Papalang di SDN Batupapan

Di hari berikutnya Rabu, 19 Oktober 2022 kami melakukan sosialisasi pemanfaatan Rumah Belajar dan PMM berkolaborasi dengan SRB 2020 (Rahimunding) yang akan membawakan materi Canva dan komunitas Mandatori PGRI Kec. Papalang di SDN Batupapan. Pada saat itu komunitas Mandatori PGRI mengadakan kegiatan Program Kerja terkait Program Mandatori PGRI Lingkar Belajar Guru (LBG) Kelompok Kerja PGRI cabang Papalang. Pada kegiatan tersebut kami diberikan waktu untuk mensosialisasikan pemanfaatan Rumah Belajar dan PMM kepada peserta yang hadir. Kegiatan Mandatori PGRI Kec. Papalang dihadiri oleh 23 peserta (Kepala sekolah dan guru) yang tergabung dalam anggota PGRI Kec. Papalang. Kegiatan ini dibuka langsung oleh ketua PGRI Kec. Papalang (Hasyim, S.Pd.,M.Pd). Saya sebagai ketua rombongan SRB berperan aktif dalam menyajikan materi sosialisasi. Selain sosialisasi, kami juga menceritakan dan melakukan sesi tanya jawab tentang praktik baik pemanfaatan Rumah Belajar dan PMM yang telah kami lakukan di sekolah. Kegiatan di akhiri dengan sesi foto bersama.

Berikut link dokumentasi kegiatan sosialisasi pemanfaatan Rumah Belajar dan PMM bersama  Mandatori PGRI Kec. Papalang di SDN Batupapanhttps://youtu.be/mulROFdiyDE

FB: https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=pfbid0M8w8AdH4utnWgV7b9SyycXw9eR97DHds6gykp4GvS3CeXfarx32ZHWxHJ2VzLUQ7l&id=100013785789124 

 d. Sosialisasi Pemanfaatan Rumah Belajar dan PMM di SDN Wairandang

Pada Jum’at, 21 Oktober 2022 kami melakukan sosialisasi pemanfaatan Rumah Belajar dan PMM di SD Negeri Wairandang. Kami disambut baik oleh kepala sekolah (Baharuddin, S.Pd.I) dan guru di SDN Wairandang. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh kepala sekolah kami yaitu bapak Drs. H. Tabrani, selanjutnya secara bergantian kami memperkenalkan diri dan memperkenalkan fitur-fitur pada Rumah Belajar dan PMM. Saya sendiri memperkenalkan salah satu fitur yang ada pada Rumah Belajar yaitu Sumber Belajar kepada para guru-guru di SDN Wairandang, selanjutnya secara bergantian teman-teman SRB dari SMP Negeri 3 Papalang memperkenalkan dan mempresentasikan fitur-fitur yang ada di portal Rumah Belajar. Selain itu saya memandu sesi tanya jawab dan menceritakan praktik baik yang telah saya lakukan dalam memanfaatkan fitur Rumah Belajar dan PMM. Kegiatan tersebut dihadiri oleh 15 guru dari SDN Wairandang. Di akhir kegiatan kami melakukan sesi dengan foto bersama.

Berikut link dokumentasi kegiatan sosialisasi pemanfaatan Rumah Belajar dan PMM di SDN Wairandang: https://youtu.be/ecF2uyubcJM

     e. Sosialisasi Pemanfaatan Rumah Belajar dan PMM Sekaligus Pembuatan Bahan Ajar Di SDN 1 Mamuju


Selasa, 25 Oktober 2022 saya diminta untuk menjadi pemateri pada kegiatan Sosialisasi Pemanfaatan Rumah Belajar dan PMM Sekaligus Pembuatan Bahan Ajar di SDN 1 Mamuju bersama Duta Rumah Belajar 2020 Sulawesi Barat (Asjmuni, S.Si). Kegiatan tersebut diprakarsai oleh mahasiswa KKN UNM bekerjasama dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Mamuju. Kegiatan ini dibuka oleh Kepala Bidang Pembinaan SD (H. Hasanuddin, S.P.,M.Pd) dan dihadiri oleh 42 guru dari berbagai sekolah di Kabupaten Mamuju. Saya membawakan materi pemanfaatan Rumah Belajar dan PMM sekaligus menceritakan praktik baik yang telah saya lakukan dalam memanfaatkan Rumah Belajar dan PMM dalam pembelajaran. Pemateri selanjutnya dibawakan oleh Ibu Asjmuni, S.Si yaitu tentang pembuatan bahan ajar dengan menggunakan aplikasi canva. Kegiatan berlangsung mulai jam 09.00 WITA – 14.00 WITA. 

Berikut link dokumentasi kegiatan sosialisasi pemanfaatan Rumah Belajar dan PMM sekaligus Pembuatan Bahan Ajar Di SDN 1 Mamuju: https://youtu.be/WN0VWqxyNrk


f. Sosialisasi Pemanfaatan Rumah Belajar dan PMM di Ruang Virtual

Setelah selesai melaksanakan tugas sebagai Fasilitator Guru Penggerak Sumatera Utara (Kab. Sibolga) saya mengajak para CGP saya untuk mengikuti kegiatan Sosialisasi Pemanfaatan Rumah Belajar dan PMM di Ruang Virtual pada link yang telah saya bagikan. Saya membagikan link kegiatan pada grup-grup WA sehingga pada kegiatan tersebut jumlah partisipan yang hadir sebanyak 19 orang yang berasal dari Sulawesi Barat dan Sumatera Utara. Saya mengajak peserta untuk membuka fitur-fitur yang terdapat pada Rumah Belajar dan PMM. Saya juga menceritakan praktik baik yang telah saya lakukan dalam memanfaatkan Rumah Belajar dan PMM dalam pembelajaran. Di akhir sesi saya melakukan diskusi tanya jawab.

Berikut link dokumentasi kegiatan sosialisasi pemanfaatan Rumah Belajar dan PMM di ruang virtual: https://youtu.be/8vmDIef0pNg



g. S
osialisasi Pemanfaatan Rumah Belajar dan PMM di SMPN 1 Papalang

Kegiatan sosialisasi pemanfaatan Rumah Belajar dan PMM selanjutnya saya lakukan di SMPN 1 Papalang pada Kamis, 28 Oktober 2022. Pada kegiatan ini peserta yang hadir adalah kepala sekolah dan guru senior pada sekolah binaan pengawas (H. Sudirman, S.Pd.,M.Pd) dan para guru SMPN 1 Papalang. Saya diberi kesempatan pertama dalam mensosialisasikan pemanfaatan Rumah Belajar dan PMM. Pada sesi tanya jawab saya menceritakan praktik baik yang telah saya lakukan dalam memanfaatkan Rumah Belajar dan PMM dalam pembelajaran. Para kepala sekolah memberikan apresiasi dan motivasi kepada saya untuk mensosialisasikan Rumah Belajar dan PMM pada sekolah yang dipimpinnya. Selanjutnya Bapak pengawas memberikan materi simulasi pembuatan akun kepala sekolah dan guru senior dan menjelaskan prosedur penilaian CASN.

Berikut link dokumentasi kegiatan sosialisasi pemanfaatan Rumah Belajar dan PMM di SMPN 1 Papalang: https://youtu.be/TXzsrsm8dqY


COBA

 aku suka